Thursday, February 21, 2019

Obat Kanker Usus Besar Bevacizumab Dihapus dari JKN, BPJS Kesehatan Angkat Bicara

MENTERI Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) menghapus penjaminan obat kanker usus dari Jaminan Kesehatan Nasional. Hal tersebut tentu berdampak besar buat pasien yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil KPTK, Kementerian Kesehatan melakukan addendum ke-1 Formularium Nasional 2017 melalui Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/ Menkes/707/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/659/2017 tentang Formularium Nasional, yang berlaku mulai tanggal 1 Maret 2019. Ada perubahan kebijakan penjaminan Bevacizumab dan CetuSejak 1 Maret 2019 nanti, untuk obat Bevacizumab dihapus dari Fornas. Sebelumnya, Bevacizumab diresepkan maksimal 12 kali kepada pasien kanker kolorektal.

Sementara untuk obat Cetuximab, juga tidak diberikan kepada pasien BPJS Kesehatan yang sakit kanker kolorektal. Obat tersebut nanti cuma berlaku sebagai terapi pengobatan kanker kepala dan leher, jenis squamous dan kanker nasofaring.ximab.

Kemudian dikombinasi dengan kemoterapi dan radiasi. Untuk melakukan radioterapi Anda tak perlu khawatir, BPJS Kesehatan masih menganggung klaimnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Ma'ruf Amin mengatakan, dokter harus memilihkan obat yang lain agar terapi kanker kolorektal tidak terganggu. Di dalam Fornas daftar obat lain disediakan dan sama-sama manjur.

"Ada juga obat kanker di Fornas yang bisa untuk terapi kolorektal, alternatif lainnya begitu. Tapi memang yang paling manjur diyakini Cetuximab," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (20/2/2019).

Penghapusan obat tersebut dari JKN, menurut Iqbal, bukan karena bujet yang dikeluarkan untuk distribusi obat mahal. Ada faktor lainnya yang belum disebutkan secara pasti.

"Kalau kita bicara obat spesifik, orang bilang biaya dengan Cetuximab lebih mahal. Obat ini Mahal banget enggak juga. Per tahun biaya dikeluarkan enggak banyak, karena pengaruh enggak besar," tutur Iqbal.

Dalam KMK, tambah Iqbal, ada beberapa obat yang jadi alternatif untuk terapi kanker kolorektal. Antara lain irinotekan, kapesitabin, dan oksaliplatin. Obat tersebut berupa injeksi yang diberikan kepada pasien sesuai dosisnya.

Tuesday, February 19, 2019

Sadar atau Tidak, Kebiasaan dengan Browser Ini Bikin Anda Tak Sehat

DALAM menyelesaikan pekerjaan, kita seringkali berhadapan dengan mesin pencari. Entah itu Google, Mozilla, Firefox, Opera, dan lainnya. Semuanya itu dibutuhkan untuk mencari data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.

Terkadang, bisa timbul kebiasaan membuka banyak tabulasi atau tab saat sedang bersinggungan dengan pekerjaan. Bagi beberapa orang, membuka banyak tab dianggap bisa memudahkan pekerjaan mereka.

Tapi di sisi lain, banyak tab dianggap dapat membuat perangkat menjadi ‘berat’ sehingga malah membuat pekerjaan menjadi terhambat. Tapi lebih dari semua itu, banyak tab sebenarnya memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Membuka banyak tab bukan merupakan suatu cara untuk membuat seseorang multi-tasking. Banyak tab malah membuat kemampuan otak dipaksa untuk berlebih. Selain itu, secara tidak sadar konsentrasi akan menurun setiap kali membuka tab baru. Dengan begitu, seseorang menjadi tidak produktif dan hasil pekerjaan menjadi tidak optimal.

Menurut psikolog, Dr Daria Kuss,membuka banyak tab adalah cara digital untuk pengalihan tugas dan merupakan bentuk gangguan. Mungkin ada orang yang merasa dirinya berkonsentrasi pada satu tab meskipun banyak tab yang dibuka.

Tapi sebenarnya, ekor mata tetap akan melihat tab lain dan itu mendorong keinginan untuk membuka tab tersebut sehingga meninggalkan tab yang sedang dilihat.

“Banyak tab dapat mengambil energi mental. Hal itu dapat mengakibatkan kelebihan informasi yang mungkin sulit ditangani oleh otak manusia. Alih-alih menciptakan efisiensi, sering berpindah antar tab dapat menyebabkan rentang perhatian yang pendek dan kurangnya kedalaman dalam tugas yang sedang berlangsung,” ungkap Dr Daria dari Nottingham Trent University seperti yang dikutip Okezone.

Dirinya mengatakan ada dua alasan yang saling bertentangan saat membuka tab terlalu banyak. Pertama, untuk menjadi efisien dan membuat konteks multi-sumber serta multi-topik saat mengerjakan tugas. Kedua, membuka banyak tab juga merupakan bentuk penundaan pekerjaan.

Sementara itu, menurut konsultan psikolog klinis, Marc Hekster, membuka banyak tab yang berisikan lautan informasi membuat otak menjadi terbebani. Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lelah, pelupa, dan mudah tersinggung. “Ketika membuka tab secara berlebihan, halaman melambat, dan pekerjaan melambat. Secara tidak sadar itu memancing emosional kita,” jelasnya.

Oleh karenanya, para pekerja disarankan untuk membuka lebih sedikit tab. Berfokuslah pada satu tugas tertentu dan kemudian tutup setiap tab yang tidak terkait dengannya. Kemudian gunakan tab yang diperlukan untuk tugas secara aktif dan belajar mengendalikan diri.

Sesekali membuka tab yang berisi sosial media maupun hiburan tidak masalah. Sebab itu dapat membantu merilekskan pikiran. Tapi saat sudah kembali bekerja, tutup tab-tab tidak penting tersebut.

Mood Jelek Bisa Diatasi dengan Cara Simpel Ini

MOOD terkadang tidak menentu dalam keseharian seseorang. Apalagi jika sedang merasakan lelah, stres, atau mendapatkan tekanan diri.

Di usia remaja, akan sering terjadi naik turun mood yang sangat mengganggu. Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan perubahan mood di usia remaja adalah hal yang wajar.

Usia remaja awal mulai dari 12 sampai 15 tahun, remaja pertengahan 15 sampai 18 tahun, dan untuk remaja akhir 18 sampai 21 tahun. Ayoe menjelaskan bahwa masa remaja itu adalah masa transisi, ada transisi secara fisik, transisi emosi, dan transisi peran sosial.

Ada beberapa tugas penting terkait dengan masa remaja yang usianya 12 sampai 18 tahun, yang terjadi adalah masa pencarian identitas diri oleh para remaja. Di sini para remaja mempunyai masa implementasi yaitu melakukan eksplorasi, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para remaja, hal ini disebut juga tugas perkembangan diri.

"Salah satu tugas perkembangan pada remaja adalah, pengontrolan diri serta emosi, dan perasaan. Di sini waktunya remaja harus bisa belajar bagaimana cara untuk kamu membangkitkan mood, di tengah tekanan hormon yang tidak stabil, dan pertukaran peran saat sedang melakukan banyak kegiatan," ujar Ayoe dalam acara peluncuran Joyday Ice Cream di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Salah satu personel HiVi, Febri memiliki cara sendiri untuk membangkitkan mood-nya. “Makan es krim itu sepertinya yang bisa membuat semua orang senang kayak lagi sedih, atau habis dimarahin bos, diputusin pacar, kayaknya hal itu bisa bikin senyum lagi” itu yang dikatakan Febri salah satu personil Hivi.

Ayoe Sutomo juga menjelaskan hal yang bisa membangkitkan mood. Hal pertama yang sangat sederhana untuk dilakukan adalah mengubah mood yang tadinya negatif menjadi positif.

“Harus selalu senantiasa selipkan sisi emosi positif dalam segala aktivitas apapun yang ingin kamu lakukan," ujarnya.

Kemudian jika mood sedang jelek, Anda bisa melakukan beberapa hal sederhana. Misalnya bermain bersama teman, berkumpul dengan keluarga, main game, dan memakan makanan yang manis-manis.

Bukan Problema Kehidupan, Ternyata Ini yang Bikin Suasana Hati Jadi Enggak Karuan

COKELAT seringkali dimakan saat seseorang mengalami hari dan suasana hati yang buruk. Banyak wanita menggunakan cokelat sebagai teman untuk mengobati kesedihan hatinya yang sedang galau. Tidak jarang pula orang yang memakan cokelat untuk mengurangi depresi yang dideritanya.

Selain cokelat, ternyata ada hal lain yang letaknya di dalam tubuh, yang mampu membantu seseorang meredakan perasaan gelisah dan cemas akibat depresi. Komunitas ilmiah telah meneliti pengaruh kesehatan usus terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hasil penelitiannya ternyata cukup menarik!

Hasil penelitian mengatakan bahwa ada dua hal  yang baru yang menghubungkan bakteri usus dan suasana hati seseorang, terlebih lagi kondisi kesehatan mental.

Ini merupakan berita yang sangat bagus untuk kebanyakan orang, yang telah mengalami masalah dengan kesehatan mental mereka belakangan ini. Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang menderita depresi adalah orang-orang yang kekurangan beberapa spesies bakteri usus. Namun, mereka belum tahu apakah depresi yang justru malah menyebabkan hilangnya jenis-jenis bakteri itu atau malah sebaliknya, ketidakhadiran bakteri yang mengarahkan pada depresi.

ScienceMag mengutip John Cryan, seorang ilmuwan saraf di University College Cork, Irlandia, yang menjadi salah satu orang yang paling mendukung hubungan antara otak dan mikrobioma usus. Cryan berpikir bahwa studi ini adalah bukti nyata pertama dari hubungan itu.

Beberapa penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa, bakteri usus dapat memengaruhi perilaku dan suasana hati. Tetapi, Jeroen Raes, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Katolik Lauven di Belgia, bersama rekan-rekannya ia mempelajari bakteri usus dari 1.054 orang Belgia. Mereka juga ingin mengetahui seperti apa bentuk mikrobioma normal dalam tubuh manusia. Dari penelitian ini, 173 telah didiagnosis dengan depresi atau gangguan suasana hati.

Para peneliti memperhitungkan gaya hidup masyarakat, termasuk usia, jenis kelamin, atau penggunaan antidepresan, dan semua faktor yang dapat memengaruhi kesehatan usus. Hasil penelitian mereka baru-baru ini diterbitkan di “Nature Microbiology”. Mereka juga menemukan bahwa orang yang depresi mengalami peningkatan beberapa bakteri yang terlibat dalam penyakit Crohn, yang menyebabkan banyak peradangan.

Setelah rilisnya hasil ini, mulai dilakukan percobaan untuk menggunakannya dalam cara praktis yang dapat membantu orang depresi untuk meningkatkan kesehatan mental mereka. Perusahaan mulai mencari suplemen yang mengandung dua spesies bakteri usus yang hilang ini.

Selain itu, disaat yang bersamaan, Universitas Basel di Swiss mencari transplantasi yang mengubah atau mengganti mikrobioma usus. Jadi, hasil penelitian ini menyatakan bahwa memang bakteri usus mampu membantu untuk menyembuhkan depresi dan suasana hati yang tidak bagus (badmood).

Supermoon Terjadi Malam Ini, Waktu Paling Pas untuk Detoksifikasi

https: img.okeinfo.net content 2019 02 19 481 2020227 supermoon-terjadi-malam-ini-waktu-paling-pas-untuk-detoksifikasi-x6W02sqjbH.jpg


SUPERMOON yang melewati bintang Virgo akan menghiasi langit malam hari ini dan merupakan purnama terbesar sepanjang 2019. Inilah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang horoskop Supermoon.

Menurut pakar astrologi Barbara Goldsmith dari YourAstrologySigns.com, bulan purnama terbesar tahun ini jatuh pada nol derajat pada bintang Virgo. Virgo merupakan tanda astrologi keenam pada grafik horoskop dan dikuasi oleh planet Merkurius.

 Goldsmith mengatakan: “Bulan Purnama terbesar tahun 2019 adalah pada 19 Februari di Virgo nol derajat. "Nol-derajat untuk zodiak apapun sangat kuat, yang artinya memberi Anda kesempatan untuk memulai sesuatu yang benar-benar baru."

Bersamaan dengan Bulan yang melewati bintang Virgo, Matahari juga melewati bintang Pisces hari ini. Karena itu, baik Pisces dan Virgo merasa sangat kuat. Goldsmith berkata, “Virgo mengatur usus dan Pisces menguasai kaki Anda.”

"Apa pun yang dapat Anda lakukan untuk memberi manfaat pada bagian-bagian tubuh tersebut sangat menguntungkan saat ini.”

“Misalnya, perawatan refleksiologi, atau rendam kaki dengan air panas dan ditambahkan minyak aromaterapi yang menenangkan, hidangan lezat yang dibuat dengan bahan-bahan segar dan sehat untuk memanjakan perut Anda dan merevitalisasi tubuh Anda.”


“Bulan Purnama adalah waktu yang tepat untuk detoksifikasi, untuk makan lebih sedikit atau bahkan berpuasa untuk hari itu. Ketika Anda melakukan ini, Anda dapat menghindari semua jenis virus selama sisa bulan ini."

Pengaruh kuat zodiak hari ini yaitu Pisces juga memainkan peran penting dan sang pakar astrologi mengatakan ada sejumlah planet yang melewati horoskop bintang Pisces hari ini. Dengan banyaknya planet yang melewatinya dapat menyebabkan kebingungan, atau lebih buruk lagi yaitu penipuan dan tipu daya.

Goldsmith berkata: "Dengan beberapa planet di Pisces, Anda mungkin ditipu. Hati-hati dengan uang kertas palsu dan janji-janji palsu. Anda mungkin dibodohi oleh seseorang yang Anda pikir bisa Anda percayai.”'

"Jika ada sesuatu atau seseorang yang terasa mencurigakan, percayalah pada insting Anda dan jangan lanjutkan."


Kehadiran Supermoon pada bintang Virgo juga akan meminta Anda untuk lebih memperhatikan bagian-bagian kehidupan Anda, yang membutuhkan lebih banyak perhatian

Pengaruh yang juga datang dari Virgo mewakili ketajaman dan kemampuan untuk menilai secara efektif. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di sekitar Anda, yang tidak Anda sadari tetapi harus Anda perhatikan.

Goldsmith juga mengatakan: "Bulan Purnama adalah kesempatan besar untuk melepaskan kebiasaan yang merusak, misalnya, merokok, makan berlebihan, terlalu banyak menonton TV, dll."

Pekerjaan Mudah Sulit Selesai? Mungkin Anda Alami Kelelahan Kognitif

PERNAHKAH Anda merasa otak tidak bisa berfungsi hingga pekerjaan yang sebenarnya mudah tidak bisa terselesaikan? Atau bahkan merasa seolah tidak sadar dan semua yang terjadi seperti mimpi? Jika iya, maka bisa jadi Anda mengalami kelelahan kognitif.

Kelelahan kognitif merupakan kelelahan mental yang terjadi ketika seseorang harus bekerja dengan pikiran untuk waktu yang lama. Sebut saja menulis artikel, menentukan jadwal, melakukan penelitian, dan membaca buku.

Menurut psikolog klinis di University of Surrey, Dr Catherine Huckle, tuntutan pada pemikiran yang berlangsung dalam jangka waktu panjang membuat seseorang kurang mampu mengabaikan gangguan. Akibatnya pikiran menjadi kurang fleksibel dan dibutuhkan waktu lama untuk mengatasinya,

“Sama seperti otot yang lelah jika kita berlari selama berjam-jam, otak juga berjuang untuk terus berjalan jika pekerjaan menjadi terlalu banyak sedangkan waktu yang diberikan cukup singkat. Belum lagi jika ada tekanan untuk melakukan pekerjaan dan tidak ada waktu untuk bersantai,” 

Meskipun otak bekerja setiap saat, namun dia tetap perlu waktu untuk rileks, ketika pekerjaan terasa tidak begitu berat. Sementara itu, ada berbagai teori tentang penyebab kelelahan kognitif. Peneliti mengatakan, kelelahan kognitif terjadi karena berkurangnya energi lantaran tubuh tidak cukup beristirahat.

Tapi, beberapa mengatakan tergantung waktu menyelesaikan tugas turut berpengaruh. Kemudian karena adanya preferensi untuk melakukan hal lain. Contoh, di saat pekerjaan harus diselesaikan, yang dipikirkan hanyalah beristirahat dengan begitu malah membuat otak menjadi mandek.

Akan tetapi, yang menarik adalah kelelahan kognitif tidak membuat seseorang menjadi mengantuk. Sebab, ketika ada tugas yang menuntut untuk diselesaikan, tubuh akan menjaga semua sistem untuk menyala sehingga rasa kantuk itu hilang.

Padahal, saat terjadi kelelahan kognitif akan terjadi kelumpuhan otak yang membuat pekerjaan sulit selesai. Kelelahan kognitif juga dapat diperburuk dengan adanya perbandingan.

“Saat kita melihat orang lain berhasil melakukan pekerjaan yang sama, kita merasa harus melakukan hal yang sama, namun pada kenyataannya, ada faktor-faktor tersembunyi yang memengaruhi kapasitas untuk menangani beban kognitif kita. Belum lagi perbedaan individu dan kapasitas yang dipengaruhi oleh sejumlah kondisi neurologis," kata Dr Catherine.

Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi kelelahan kognitif? Pertama, adalah mengenali jika kelelahan kognitif itu nyata dan valid. Jangan biarkan perasaan gagal untuk menyelesaikan pekerjaan menguasai diri Anda. Luangkanlah waktu untuk bersantai sepenuhnya sehingga menghentikan pikiran untuk bekerja keras.

Selanjutnya, evaluasi kembali gaya hidup yang menyangkut produktivitas dan kesibukan dengan mengurangi sedikit beban kognitif. Strateginya mungkin mengurangi jumlah tugas yang ingin dicapai, meningkatkan jangka waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, atau menurunkan standar.

"Selain itu, buat perencanaan dan penjadwalan tugas, mendelegasikan tugas kepada orang lain jika memungkinkan, dan mengerjakan tugas sesuai kapasitas. Cara itu dapat membuat semuanya lebih terkendali. Jangan lupa untuk tidur dan makan dengan baik, mengungkapkan perasaan, dan meminta bantuan ketika membutuhkannya,” pungkas Dr Catherine.

Viral Aksi Perang Nenek Pikun, Netizen: "Warganya Edan"

NENEK adalah sosok yang hangat dan sangat sayang kepada cucunya. Mereka tak sungkan untuk menasehati cucunya akan asam garam kehidupan yang telah ia lewati semasa masih muda. Oleh sebab itu, banyak sekali orang yang menggambarkan sosok nenek sebagai orang yang ramah dan penuh kasih.

Namun kehidupan bak roda yang berputar, ada waktunya seorang nenek menjadi pikun dan kembali berkelakuan seperti anak kecil seiring bertambahnya usia. Ini merupakan sebuah siklus alami dalam kehidupan manusia.

Jika sudah sampai pada tahap ini, maka tugas seorang anak maupun cucu adalah memberikan perhatian ekstra kepada sang nenek mereka tidak bertindak yang aneh-aneh. Anda harus penuh kesabaran dan telaten dalam merawat nenek yang sudah mengalami kepikunan.

Seorang nenek yang konon sudah pikun berusaha mencari kegiatan dengan memprovokasi tetangganya yang juga sudah tua. terkihat seorang nenek yang mengenakan kebaya biru bergradasi putih mengambil beberapa butir kerikil dan melemparkannya ke dalam sebuah rumah.

Sang nenek terlihat sudah sangat tua, terlihat dari cara berjalannya yang sudah tidak lagi kukuh kala menginjak tanah. Usai menimpuk batu ke dalam rumah, tiba-tiba munculah nenek kedua yang berbalutkan kemben berwarna cokelat.

Ia pun menghampiri nenek pertama yang menimpuk batu sambil membawa sebilah kayu di tangannya. Dengan penuh napsu, nenek berkemben cokelat langsung memukul pelaku yang menyerang rumahnya tersebut.

Nenek usil pertama pun lantas lari tunggang langgang usai pantatnya dipukul bilah kayu. Bukannya malah kapok, sang nenek kembali mengambil kerikil untuk balas dendam. Nenek kedua yang sudah standby dengan membawa batang kayu lalu kembali mengejarnya dan menghadiahi dua pukulan ke pantatnya.

Meski sempat mundur, namun nenek usil tersebut berhasil melemparkan kerikil yang ia ambil kea rah nenek kedua. Perang antar nenek pun tak dapat dielakkan. Sayangnya , beberapa tetangga yang ada di sekeliling rumah, bukannya melerai, melainkan hanya menonton aksi konyol tersebut.

Alhasil banyak netizen yang kecewa atas tindakkan orang-orang yang berada di sekitar si nenek yang bukannya melerai, namun malah menjadikan insiden tersebut bahan lelucon .