Friday, February 22, 2019

Fabinho: Saya Gantikan Bek Terbaik di Dunia

LIVERPOOL – Gelandang Liverpool, Fabinho, harus bermain sebagai bek tengah dalam leg I babak 16 besar Liga Champions kontra Bayern Munich di Anfield Stadium. Fabinho main di posisi itu karena Virgil Van Dijk tak dapat tampil akibat akumulasi kartu kuning.

Fabinho pun menegaskan tak mudah bermain untuk menggantikan bek terbaik di dunia seperti Van Dijk. Kendati demikian, Fabinho tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik di jantung pertahanan Liverpool.

Kerja sama dia dengan Joel Matip mampu membuat penyerang Bayern, Robert Lewandowski, tak berkutik sepanjang 90 menit pertandingan berjalan. Tugas Fabinho dan Matip dibantu kinerja apik dari rekan setim lainnya.

Patut disayangkan, pertahanan kukuh Liverpool tak disambut dengan ketajaman lini serang mereka. Pasalnya, Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah gagal untuk membobol gawang Manuel Neuer sehingga pertandingan berakhir 0-0.

“Menggantikan bek terbaik di dunia tidaklah mudah. Tapi saya sudah memainkan beberapa pertandingan di posisi itu. Dalam persiapan, ini berjalan dengan baik dengan saya di pertahanan,” ujar Fabinho

“Komunikasi dengan Matip berjalan baik, bersamanya dan (Andrew) Robertson di sisi saya serta ada (Jordan) Henderson juga di dekat kami. Jadi, saya pikir kami bertahan dengan baik. Joel (Matip) bermain amat baik dan itu penting untuk tak kebobolan di kandang,” tutup pemain berpaspor Brasil tersebut.

Ketimbang Messi, Marcelo Sebut Mbappe Lebih Sulit untuk Dihentikan

Bek Olympique Lyon, Marcelo Antonio Guedes Filho, menganggap bintang Barcelona, Lionel Messi, tidak ada apa-apanya ketimbang Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain). Hal tersebut dikatakan Marcelo usai berhasil menghentikan pergerakan Messi pada laga yang mempertemukan Lyon vs Barcelona di leg I babak 16 besar Liga Champions 2018-2019, Rabu 20 Februari 2019 dini hari WIB lalu.

Pada laga leg I 16 besar itu, Marcelo dan kawan-kawan mampu menahan Blaugrana –julukan Barcelona– hingga memaksa pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0. Marcelo mampu mengantisipasi Messi sehingga mati kutu di laga tersebut.

Setelah laga itu berakhir dan merasakan sensasi mengawal Messi, Marcelo justru merasa menghentikan La Pulga –julukan Messi– lebih mudah ketimbang menjaga Mbappe. Menurutnya Mbappe jauh lebih baik dari segala sisi, baik itu dari kecepatan, penempatan posisi, dan masih banyak hal lainnya. Karena itulah, Marcelo mengaku sangat kesulitan untuk menghentikan Mbappe.

“Pemain-pemain yang sudah saya hadapi banyak yang di antaranya adalah pesepakbola top. Melawan Mbappe di musim ini, dia telah memberikan saya banyak kesulitan. Messi tak bermain sangat baik (ketika Lyon vs Barcelona), namun Mbappe dari segi kecepatan, posisi, satu lawan satu, maka dia (Mbappe) yang paling sulit,” kata Marcelo.

“Saya merasa dia memiliki peluang yang amat besar untuk menjadi pemain terbaik di dunia selanjutnya. Ada beberapa poin yang harus dia tingkatkan untuk bisa menyamai level Messi dan Cristiano Ronaldo (Juventus), namun dia berkembang dengan sangat cepat,” tukas pemain kelahiran Brasil itu.

Juventus Lagi-Lagi Disingkirkan Wakil Spanyol di Liga Champions?

MADRID – Juventus takluk 0-2 dari Atletico Madrid di leg I babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 yang berlangsung di Estadio Wanda Metropolitano Untuk lolos ke perempatfinal, Bianconeri –julukan Juventus– wajib menang minimal tiga gol saat gantian menjamu Atletico di leg II pada Rabu 13 Maret 2019 dini hari WIB.

Jelas, butuh usaha keras bagi Juventus untuk mengungguli Atletico. Terlebih, Atletico racikan Diego Simeone memiliki pertahanan yang sangat-sangat kukuh. Sekarang yang jadi pertanyaan, akankah Juventus lagi-lagi disingkirkan wakil Spanyol di fase gugur Liga Champions?

Sekadar informasi, terhitung sejak 2014-2015, langkah Juventus hampir selalu dihentikan wakil Spanyol di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut. Di musim 2014-2015, Juventus dikalahkan Barcelona 1-3 di partai puncak.

Kemudian di musim 2016-2017, Juventus ditundukkan Real Madrid lagi-lagi di partai final dengan skor mencolok yakni 1-4. Selanjutnya pada musim 2017-2018, Los Blancos –julukan Madrid– lagi-lagi menyingkirkan Juventus, kali ini di babak perempatfinal dengan agregat 3-4.

Pengecualian hanya terjadi di musim 2015-2016. Saat itu, langkah Juventus dihentikan Bayern Munich dengan agregat 4-2 di babak 16 besar. Karena itu, wajib bagi Juventus untuk bangkit di leg II demi menghentikan rentetan kutukan di atas.

Peluang Juventus mengalahkan Atletico di leg II masih ada. Juventus dapat kembali mengandalkan Ronaldo yang berpengalaman 22 kali membobol gawang Atletico dari 32 pertemuan.


Fabio Capello Kecam Aksi Diving Bonucci

Juventus harus menelan luka lantaran tumbang dengan skor 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018-2019. Menanggapi kekalahan tersebut, mantan pelatih Bianconeri, Fabio Capello, menilai kalau pemain Juve tidak tampil maksimal. Utamanya, Capello mengecam aksi diving yang dilakukan Leonardo Bonucci.

Capello menuding Bonucci adalah penyebab terciptanya gol pertama Atletico. Dalam proses gol tersebut, Bonucci awalnya bertugas untuk menjaga Jose Gimenez. Akan tetapi, Gimenez melakukan sedikit kontak fisik dengan Bonucci yang membuat bek asal Italia itu terjatuh. Tak ayal, Gimenez pun mendapat ruang bebas untuk kemudian mencetak gol.

Menurut Capello, apa yang dilakukan oleh Bonucci tersebut adalah sesuatu yang tidak layak. Capello sangat meyakini kalau Gimenez hanya melakukan sentuhan terhadap Bonucci. Apalagi, setelah melihat tayangan ulang, Bonucci kedapatan sedang mengintip melalui tangannya. Capello pun dengan tegas mengatakan kalau aksi yang dilakukan Bonucci tersebut adalah diving.

Capello menilai Bonucci melakukan hal tersebut lantaran wasit kerap memanjakan pemain di Italia. Setiap kali ada pemain yang terjatuh, wasit di Italia biasanya lekas membunyikan peluit dan mengklaimnya sebagai pelanggaran. Seandainya Bonucci tidak melakukan diving tersebut, Capello meyakini gol pertama Atletico itu tak akan tercipta.

“Bonucci terjatuh dengan belaian. Itu bukan sebuah pelanggaran. Kami terlalu terbiasa dengan wasit meniupkan peluit untuk pelanggaran jika Anda menyentuh (pemain lain) di Italia. Jelas tidak ada apa-apa (yang terjadi pada Bonucci) dan wasit segera menyuruhnya bangun,” ujar Capello, mengutip dari Football Italia.

MANFAAT AIR BAGI KESEHATAN

Anda pasti sering dengar ungkapan 'Kamu harus banyak minum air'. Seberapa banyaknya tergantung setiap orang, namun secara umum, tetap terhidrasi menghasilkan banyak manfaat kesehatan. Termasuk tingkat energi yang lebih tinggi dan fungsi otak yang lebih baik.

Tetapi tidak semua air sama, ada beberapa yang lebih murah atau memberikan nutrisi lebih dari yang lain. Ini dia berbagai tipe air dan apa yang Anda perlu ketahui. 

1. Air keran

Air keran bisa ditemukan di banyak tempat seperti dapur atau di toilet umum. Walaupun banyak orang masih meragukan masalah rasa atau kesehatan, kenyataannya air keran aman untuk diminum di sebagian besar Amerika Serikat. Namun pasokan air keran juga dapat mengandung pestisida, aluminium, dan zat-zat lain yang tidak diinginkan. Jika Anda khawatir dengan air keran, Anda bisa menggunakan sistem penyaringan untuk pembersihan lebih lanjut.

2. Air mineral

Air mineral memang memiliki beberapa manfaat kesehatan, karena memberikan mineral yang tidak dapat dibuat oleh tubuh Anda sendiri. Ini juga dapat membantu pencernaan, dan banyak orang yang lebih menyukai rasanya daripada air keran.

Salah satu kelemahan utama air mineral adalah biaya, terutama jika dibandingkan dengan air keran. Banyak mineral dari jenis air ini juga dapat diperoleh dari makanan yang sehat.

3. Mata air atau gletser

Mata air atau air gletser adalah jenis air kemasan berupa botol yang berasal dari sumber di mana air mengalir. Secara teori, mata air atau air gletser harus bersih dan bebas dari racun. Air ini juga mengandung banyak mineral sama seperti air mineral. Air ini sudah banyak beredar di toko-toko dengan merek seperti Evian dan Arrowhead, dalam ukuran kecil atau besar. Namun memang harga dari air ini bisa sangat mahal apalagi dibandingkan dengan air mineral biasa.

4. Air soda

Air soda memberikan sensasi yang berbeda di dalam mulut Anda. Air soda dengan berbagai rasa ini mengandung satu atau dua jenis pemanis. Meskipun ada beberapa mineral dalam air bersoda, air ini tidak sepenuhnya bermanfaat untuk kesehatan Anda. Selain itu harganya juga bisa lebih mahal dibandingkan air mineral.





 5. Air sulingan

Jenis air ini direbus dan uapnya dikumpulkan dan mengembun menjadi cairan. Air sulingan ini adalah pilihan yang tepat jika kamu tinggal atau mengunjungi suatu daerah yang pasokan air kerannya terkontaminasi. Tidak ada manfaat kesehatan di air sulingan ini karena tidak ada vitamin dan kandungan mineralnya. Justru, berpotensi merusak karena tidak adanya kandungan mineral, ia cenderung menarik kandungan mineral yang ada di tubuh Anda khususnya pada gigi Anda.

6. Air yang dimurnikan

Air murni biasanya berupa keran atau air tanah yang telah diolah untuk menghilangkan zat berbahaya seperti bakteri, jamur, dan parasit. Jadi aman untuk dikonsumsi.

Seperti dengan air sulingan, air yang dimurnikan ini pilihan tepat apabila sumber air terkontaminasi. Banyak negara yang memurnikan air keran, jadi Anda meminum air yang dimurnikan setiap mengambil air dari wastafel dapur.

Karena semua zat yang berpotensi berbahaya dihilangkan dari air murni, Anda juga kehilangan beberapa zat yang berpotensi bermanfaat seperti fluorida, yang membantu mengurangi kerusakan gigi.

7. Air rasa atau infus

Air ini adalah air yang dimaniskan dengan gula atau pemanis buatan, dan mengandung perasa alami dan buatan. Air infus seperti Hint dan Propel, menawarkan banyak rasa yang enak untuk air putih, sehingga membuat lebih mudah untuk minum dengan porsi yang lebih besar. Banyak rasa yang tersedia untuk menambah variasi air Anda. Rasa dapat ditambahkan secara alami dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam botol air.

Seringkali, air infus mengandung tambahan gula atau pemanis buatan. Varietas dengan gula dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memiliki efek negatif pada penderita diabetes. Terlebih lagi, beberapa orang mungkin bereaksi negatif terhadap pemanis buatan.



8. Air alkali

Air alkali memiliki tingkat pH lebih tinggi dari air keran normal dan mengandung mineral alkali dan potensi reduksi oksidasi negatif. Dengan fakta bahwa jenis air ini memiliki tingkat pH yang lebih tinggi telah membuat beberapa orang percaya bahwa itu dapat membantu menetralkan asam dalam tubuh, membantu memperlambat proses penuaan, atau bahkan mencegah kanker. Secara umum, aman untuk mengkonsumsi air alkali, tetapi bisa mengurangi keasaman lambung, sehingga menurunkan kemampuannya untuk membunuh bakteri berbahaya.

9. Air sumur

Jika Anda tinggal di daerah yang banyak terdapat air sumur atau justru anda memiliki air sumur di halaman belakang, maka akses untuk mendapatkan air jadi lebih mudah. Namun pastikan terlebih dahulu apakah air sumur tersebut cocok untuk diminum. Misalnya dengan menguji air sumur Anda setiap tahun untuk mengetahui tingkat bakteri, nitrat dan pH. Juga disarankan untuk menggunakan sistem penyaringan.

Jika air belum diolah, ada kemungkinan besar terkontaminasi terutama dari infeksi bakteri dan parasit seperti giardia. Jadi selama air yang Anda minum itu bersih dan aman, tujuan utamanya adalah untuk memastikan diri Anda selalu terhidrasi dan pastikan anda minum air yang cukup secara teratur.

Thursday, February 21, 2019

Obat Kanker Usus Besar Bevacizumab Dihapus dari JKN, BPJS Kesehatan Angkat Bicara

MENTERI Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) menghapus penjaminan obat kanker usus dari Jaminan Kesehatan Nasional. Hal tersebut tentu berdampak besar buat pasien yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil KPTK, Kementerian Kesehatan melakukan addendum ke-1 Formularium Nasional 2017 melalui Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/ Menkes/707/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/659/2017 tentang Formularium Nasional, yang berlaku mulai tanggal 1 Maret 2019. Ada perubahan kebijakan penjaminan Bevacizumab dan CetuSejak 1 Maret 2019 nanti, untuk obat Bevacizumab dihapus dari Fornas. Sebelumnya, Bevacizumab diresepkan maksimal 12 kali kepada pasien kanker kolorektal.

Sementara untuk obat Cetuximab, juga tidak diberikan kepada pasien BPJS Kesehatan yang sakit kanker kolorektal. Obat tersebut nanti cuma berlaku sebagai terapi pengobatan kanker kepala dan leher, jenis squamous dan kanker nasofaring.ximab.

Kemudian dikombinasi dengan kemoterapi dan radiasi. Untuk melakukan radioterapi Anda tak perlu khawatir, BPJS Kesehatan masih menganggung klaimnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Ma'ruf Amin mengatakan, dokter harus memilihkan obat yang lain agar terapi kanker kolorektal tidak terganggu. Di dalam Fornas daftar obat lain disediakan dan sama-sama manjur.

"Ada juga obat kanker di Fornas yang bisa untuk terapi kolorektal, alternatif lainnya begitu. Tapi memang yang paling manjur diyakini Cetuximab," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (20/2/2019).

Penghapusan obat tersebut dari JKN, menurut Iqbal, bukan karena bujet yang dikeluarkan untuk distribusi obat mahal. Ada faktor lainnya yang belum disebutkan secara pasti.

"Kalau kita bicara obat spesifik, orang bilang biaya dengan Cetuximab lebih mahal. Obat ini Mahal banget enggak juga. Per tahun biaya dikeluarkan enggak banyak, karena pengaruh enggak besar," tutur Iqbal.

Dalam KMK, tambah Iqbal, ada beberapa obat yang jadi alternatif untuk terapi kanker kolorektal. Antara lain irinotekan, kapesitabin, dan oksaliplatin. Obat tersebut berupa injeksi yang diberikan kepada pasien sesuai dosisnya.

Tuesday, February 19, 2019

Sadar atau Tidak, Kebiasaan dengan Browser Ini Bikin Anda Tak Sehat

DALAM menyelesaikan pekerjaan, kita seringkali berhadapan dengan mesin pencari. Entah itu Google, Mozilla, Firefox, Opera, dan lainnya. Semuanya itu dibutuhkan untuk mencari data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.

Terkadang, bisa timbul kebiasaan membuka banyak tabulasi atau tab saat sedang bersinggungan dengan pekerjaan. Bagi beberapa orang, membuka banyak tab dianggap bisa memudahkan pekerjaan mereka.

Tapi di sisi lain, banyak tab dianggap dapat membuat perangkat menjadi ‘berat’ sehingga malah membuat pekerjaan menjadi terhambat. Tapi lebih dari semua itu, banyak tab sebenarnya memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Membuka banyak tab bukan merupakan suatu cara untuk membuat seseorang multi-tasking. Banyak tab malah membuat kemampuan otak dipaksa untuk berlebih. Selain itu, secara tidak sadar konsentrasi akan menurun setiap kali membuka tab baru. Dengan begitu, seseorang menjadi tidak produktif dan hasil pekerjaan menjadi tidak optimal.

Menurut psikolog, Dr Daria Kuss,membuka banyak tab adalah cara digital untuk pengalihan tugas dan merupakan bentuk gangguan. Mungkin ada orang yang merasa dirinya berkonsentrasi pada satu tab meskipun banyak tab yang dibuka.

Tapi sebenarnya, ekor mata tetap akan melihat tab lain dan itu mendorong keinginan untuk membuka tab tersebut sehingga meninggalkan tab yang sedang dilihat.

“Banyak tab dapat mengambil energi mental. Hal itu dapat mengakibatkan kelebihan informasi yang mungkin sulit ditangani oleh otak manusia. Alih-alih menciptakan efisiensi, sering berpindah antar tab dapat menyebabkan rentang perhatian yang pendek dan kurangnya kedalaman dalam tugas yang sedang berlangsung,” ungkap Dr Daria dari Nottingham Trent University seperti yang dikutip Okezone.

Dirinya mengatakan ada dua alasan yang saling bertentangan saat membuka tab terlalu banyak. Pertama, untuk menjadi efisien dan membuat konteks multi-sumber serta multi-topik saat mengerjakan tugas. Kedua, membuka banyak tab juga merupakan bentuk penundaan pekerjaan.

Sementara itu, menurut konsultan psikolog klinis, Marc Hekster, membuka banyak tab yang berisikan lautan informasi membuat otak menjadi terbebani. Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lelah, pelupa, dan mudah tersinggung. “Ketika membuka tab secara berlebihan, halaman melambat, dan pekerjaan melambat. Secara tidak sadar itu memancing emosional kita,” jelasnya.

Oleh karenanya, para pekerja disarankan untuk membuka lebih sedikit tab. Berfokuslah pada satu tugas tertentu dan kemudian tutup setiap tab yang tidak terkait dengannya. Kemudian gunakan tab yang diperlukan untuk tugas secara aktif dan belajar mengendalikan diri.

Sesekali membuka tab yang berisi sosial media maupun hiburan tidak masalah. Sebab itu dapat membantu merilekskan pikiran. Tapi saat sudah kembali bekerja, tutup tab-tab tidak penting tersebut.